Mantan pelatih Persib Bandung, Jaya Hartono, menerima pinangan Persebaya Surabaya dan tinggal menandatangani kontrak kerja, untuk kompetisi Indonesia Super League musim 2009-2010.
Dihubungi wartawan di Surabaya, Rabu (22/7), Jaya Hartono mengakui kalau Persebaya merupakan salah satu dari sejumlah tim ISL yang paling serius mendekati dirinya.
"Mohon maaf kepada Persib, karena sudah pasti saya tidak lagi memperpanjang kontrak. Saya hanya mau bernegosiasi dengan tim yang benar-benar serius menginginkan tenaga saya," katanya.
Jaya Hartono masih enggan berbicara banyak soal negosiasinya dengan Persebaya, dengan alasan belum ada hitam di atas putih.
"Nanti kalau sudah ada kepastian kontrak, pasti saya jelaskan semuanya," tambah mantan pelatih yang sukses membawa Persik Kediri juara Liga Indonesia 2003.
Namun, Jaya Hartono memastikan akan membawa beberapa pemain yang selama ini sangat dekat dengan dirinya, seperti Hilton Moreira dan Hariono.
Kedua pemain ini telah cukup lama bekerja sama dengan Jaya Hartono, sejak masih memperkuat Deltras Sidoarjo dan kemudian pindah ke Persib Bandung.
"Yang pasti Hariono akan saya ajak gabung, karena dia tipe pemain yang cocok dengan karakter permainan yang saya inginkan," ujarnya.
Asisten Manajer Persebaya, Cholid Goromah, yang dikonfirmasi terpisah, belum bersedia mengungkapkan soal kesepakatan dengan Jaya Hartono, tapi memastikan kalau Jaya Hartono merupakan pilihan kedua, setelah bidikan utama Jacksen Ferreira Tiago lepas.
"Dari sekian banyak nominasi pelatih yang kami bidik, setelah Jacksen Tiago gagal direkrut, Jaya Hartono memang cukup layak menangani Persebaya," katanya.
Selain Jaya Hartono, nama mantan pelatih PSMS Medan, Rudy William Keltjes termasuk kandidat kuat untuk melatih Persebaya musim depan.
Namun, ada sejumlah pihak di lingkungan Persebaya yang kurang sreg menerima kehadiran Rudy Keltjes, karena karier kepelatihannya yang kurang menonjol.
"Kami menginginkan sosok pelatih yang bisa diterima semua pihak di lingkungan Persebaya. Jaya Hartono adalah salah satu pelatih yang masuk kriteria itu, selain juga kualitasnya cukup bagus," ujar Cholid Goromah.
Keputusan H Umuh Muhtar mundur dan tak mau lagi mengurusi Persib di musim depan, disayangkan sejumlah bobotoh. Bobotoh berharap Umuh mengubah keputusannya dan mau kembali mengurusi tim Maung Bandung.
"Sayang sekali kalau orang seperti Haji Umuh yang punya uang dan mau mengorbankan uang pribadinya untuk Persib harus mundur dari manajemen tim. Saya kira keputusan itu terasa berat untuk Persib dan bobotoh," ujar Panglima Viking Ayi Beutik, Minggu (14/6).
Menurut Beutik, tidak banyak orang yang mencintai Persib dan mau mengorbankan hartanya demi kejayaan tim Maung Bandung seperti ditunjukkan Umuh. Justru yang banyak kata Beutik, adalah orangorang yang mencari keuntungan materi dari Persib.
"Moal aya jalma nu daek nalangan duit jang kabutuhan Persib (tak akan ada orang yang mau menalangi kebutuhan Persib, Red), seperti Haji Umuh. Saya bicara apa adanya karena faktanya memang seperti itu," tandas Beutik.
Menurut Beutik, jika alasan mundurnya Umuh karena kecewa dengan pengurus Persib yang sama sekali tak memberikan apresiasi, maka ia menyarankan sebaiknya pengurus memberikan apresiasi terhadap kerja keras manajemen tim, ofisial, dan semua pemain. "Cuma mengucapkan terima kasih apa susahnya sih," tandas Beutik.
Ketua Umum The Bomber Asep Abdul berharap Umuh mengubah keputusannya dan mau kembali mengurusi Persib di musim depan. Sebab kata Asep, pikiran, tenaga, dan dana yang dimiliki Umuh sangat dibutuhkan Persib.
"Di zaman krisis begini mana ada orang yang mau mengorbankan uangnya untuk Persib. Padahal musim depan Persib butuh dana yang banyak untuk ikut kompetisi. Justru sebagai pengusaha, Pak Umuh diharapkan bisa menggandeng pengusaha lain untuk ikut membiayai Persib. Jadi saya berharap Pak Umuh tetap mengurusi Persib," tutur Asep.(san)
Pemain Bakal Pikir-pikir
KEPUTUSAN H Umuh Muhtar untuk mundur dari manajemen tim Persib mengejutkan sejumlah pemain. Mereka umumnya menyayangkan bahkan mengaku jika Umuh tak lagi duduk sebagai manajer atau wakil manajer, pemain bakal pikir-pikir dulu untuk kembali bergabung dengan Persib.
"Terus terang saya sangat menyayangkan sekali. Kalau benar seperti itu, mungkin saya dan teman-teman lainnya bakal pikirpikir dulu untuk kembali memperkuat Persib," tandas gelandang lincah Siswanto, Minggu (14/6).
Menurut Siswanto, di tim Persib peran Umuh sangat sentral dan jasanya sangat dirasakan para pemain. "Tak hanya urusan duit, urusan lainnya pun beliau (Umuh, Red) sangat perhatian sekali," ungkap Siswanto.
Gelandang asal Cianjur, Atep juga sangat menyayangkan mundurnya Umuh. "Mudah-mudahan ini hanya emosi sesaat. Saya berharap Pak Umuh tetap mengurusi Persib. Pak Umuh sangat menyayangi pemain dan itu kami rasakan selama satu tahun ini. Dan saya kira ini bukan hanya soal bonus tapi soal hati. Pak Umuh sudah dekat dengan pemain," tutur Atep.
Nova Arianto bahkan memastikan akan meninggalkan Persib jika H Umuh tidak ada di tim Persib. "Pokoknya akan kabur dari Persib. Walaupun Persib masih meminati saya. Bagi saya, selama ini hanya dia yang selalu berkorban untuk Persib," tandas Nova
Setelah tuntas melakoni Liga Super Indonesia dan Copa Indonesia 2008-2009, dalam waktu dekat pengurus Persib akan mengevaluasi prestasi tim besutan Jaya Hartono tersebut. Jaya sendiri menegaskan kesiapannya untuk melaporkan kinerja tim Maung Bandung selama satu musim ini.
"Saya sudah siap untuk melaporkan kinerja tim. Justru sekarang ini saya masih menunggu panggilan dari pengurus untuk membahas soal evaluasi itu," ujar Jaya, Senin (15/6).
Jaya mengungkapkan, dirinya telah memiliki catatan mengenai kinerja satu persatu pemain. Jika nanti digelar rapat evaluasi, dirinya juga akan merekomendasikan sejumlah nama pemain yang layak dipertahankan untuk musim depan.
Namun saat disinggung siapa saja pemain yang layak dipertahankan itu, pelatih berkumis tebal ini enggan menyebutkannya. "Ada deh, nanti pada saatnya bisa diketahui. Yang jelas sekarang belum bisa, evaluasinya aja belum," tutur Jaya.
Jaya juga enggan berspekulasi mengenai karier kepelatihan selanjutnya. Menurutnya, secara pribadi ia masih ingin menangani Persib tapi itu semua tergantung dari manajemen Persib sendiri.
Meski begitu pelatih yang membawa Persib bercokol di peringkat ketiga Liga Super Indonesia 2008-2009 ini disebut-sebut sudah didekati sejumlah klub untuk dipinang menjadi pelatih klub yang bersangkutan. Namun tentang hal ini, Jaya lagi-lagi enggan berkomentar.
Terkait soal evaluasi tim, sebelumnya Manajer Persib Jaja Soetardja menegaskan, pada pekan ini dirinya akan menyerahkan laporkan pertanggungjawaban tim selama setahun kepada Ketua Umum Persib Dada Rosada. Namun hingga kemarin belum terlihat ada tanda-tanda soal ini.
Ketua Umum Persib H Dada Rosada sebelumnya juga menegaskan, evaluasi akan digelar dalam waktu dekat. "Lebih cepat, lebih baik," ujar Dada. Namun kapan waktunya hingga kini masih belum jelas.
Lebih Cepat Lebih Baik
RAMPUNGNYA keikutsertaan Persib di Liga Super Indonesia dan Copa Indonesia, otomatis membuat tim besutan pelatih Jaya Hartono ini bubar dengan sendirinya. Sebab pemain dan pelatih hanya dikontrak satu tahun dan secara tertulis kontrak ini berakhir kemarin atau 15 Juni 2009.
Meski baru dibubarkan tapi para pemain berharap pengurus Persib segera memutuskan keikutsertaan tim Maung Bandung di musim depan, sekaligus merekrut pemain yang diminati. Tentang hal ini Siswanto menilai lebih cepat lebih baik.
"Saya kira, lebih cepat, lebih baik. Mumpung para pemain belum ada yang dikontrak oleh tim lain. Lagipula kalau persiapannya lebih panjang, saya kira ini bagus untuk Persib," ujar Siswanto, Senin (15/6).
Siswanto mengungkapkan, hingga kini belum ada satu pun klub yang mendekatinya. Begitu pun sepengetahuannya, para pemain Persib lainnya pun belum ada yang didekati tim lain.
Namun kondisi ini diperkirakannya tak akan berlangsung lama. Sriwijaya FC misalnya, sudah ancang-ancang sejak sekarang untuk membidik sejumlah pemain. Sebab tim asal Kota Palembang itu telah mengontrak Rahmad Darmawan sebagai pelatih untuk dua musim kompetisi ke depan.
Siswanto mengaku untuk musim depan dirinya akan memprioritaskan Persib. Namun kata Siswanto, dia akan melihat keseriusan Persib dalam menghadapi kompetisi musim depan
Stoper Persib Nova Arianto mengaku dirinya tengah diincar oleh dua tim asal Kota Malang yaitu Persema dan Arema. Persema dan Arema kini tengah bersaing untuk mendapatkan defender berkepala plontos ini.
"Ada dua tim yang berminat untuk mengontrak saya yaitu Persema dan Arema. Mereka ingin memakai saya untuk kompetisi musim depan, tapi saya masih belum bisa memutuskannya dalam waktu dekat ini," kata Nova, Senin (15/6).
Selepas kontraknya bersama Persib habis pada akhir bulan Juni ini, Nova menyatakan belum bisa menentukan masa depannya. Tapi Vava, demikian pemain ini biasa disapa, tetap akan memprioritaskan Persib sebagai tim yang akan dibelanya musim depan.
"Saya tetap akan mengutamakan Persib. Tapi itu pun bergantung dari manajemen baru yang akan dibentuk seusai evaluasi nanti. Jika orang-orangnya bersimpatik, maka saya akan tetap di Persib. Saya sih masih berharap Pak Haji Umuh tetap berada di manajemen tim Persib musim depan," harapnya.
Nova masih memprioritaskan Persib dengan alasan, selama dua tahun kebersamaannya bersama tim Maung Bandung, banyak hal yang membuatnya kerasan. Suasa kekeluargaan di tim Persib serta bobotoh kepada tim Maung Bandung, diakui Nova sebagai daya tarik tersendiri yang tidak ditemukan di tim lain.
Selain Persema dan Arema, Nova juga disebut-sebut didekati Persebaya Surabaya. "Tapi mereka sampai saat ini belum mengontak saya. Baru Persema dan Arema yang menghubungi saya," katanya.
Hingga berakhirnya Liga Super Indonesia (LSI) 2008-2009, manajemen tim Persib Bandung mengaku baru menerima kucuran dana sebesar Rp 25,6 miliar. Padahal, dana yang dibutuhkan sesuai dengan anggaran yang sudah disusun sejak awal musim mencapai sekitar Rp 30 miliar.
"Sampai berakhirnya kompetisi, kita menganggarkan dana sekitar Rp 30 miliar. Itu sudah termasuk biaya 8 pertandingan di Copa Dji Sam Soe Indonesia. Tapi, sampai saat ini dana yang sudah kita terima dari manajemen klub baru Rp 25,6 miliar," kata Asisten Manajer Persib, H. Umuh Muhtar kepada wartawan di Hotel Savoy Homann, Jln. Asia Afrika Bandung, Sabtu (13/6).
Umuh mengungkapkan, besarnya dana yang sudah dikucurkan manajemen klub kepada manajemen tim Persib ini untuk meluruskan sejumlah pemberitaan di media massa yang menyebutkan dana yang sudah dihabiskan Persib mencapai Rp 30 miliar.
Dijelaskan Umuh, besaran dana sebesar Rp 30 miliar itu merupakan kebutuhan tim hingga akhir musim, termasuk untuk pembayaran gaji terakhir para pemain, pelatih, dan ofisial tim Persib. "Karena dana yang dikucurkan dan kita terima baru Rp 25,6 miliar, manajemen tim terpaksa mencari dana talangan, termasuk dari kantong saya pribadi untuk membiayai kebutuhan tim," tambahnya.
Dikatakan Umuh, dana talangan yang sudah dikeluarkan manajemen tim untuk membiayai berbagai kebutuhan tim hingga menyelesaikan kompetisi mencapai sekitar Rp 3 miliar. "Sekarang, kebutuhan tim tinggal sekitar Rp 1 miliar lagi untuk pembayaran gaji terakhir pemain, pelatih, dan ofisial Persib lainnya," katanya.
Butuh jaminan
Umuh mengatakan, kebutuhan dana sebesar Rp 1 miliar itu tergolong sangat mendesak, karena manajemen tim sudah berjanji membayarkan gaji terakhir seluruh awak Persib pada awal pekan depan. Namun, katanya, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan arahan apa pun dari manajemen klub.
"Sebenarnya, kalau ada jaminan dari manajemen klub untuk menggantinya, saya bisa mengusahakan dana talangan lagi untuk pembayaran gaji terakhir. Tapi, sejauh ini kita belum mendapatkan arahan, termasuk jaminan penggantian dana talangan yang sudah dikeluarkan sebesar Rp 3 miliar," paparnya.
Berdasarkan data yang dihimpun "GM" dari pemberitaan sebelumnya, Persib mendapatkan kucuran bantuan dana hibah dari APBD Kota Bandung 2008 dan 2009 sebesar Rp 34 miliar. Dana sebesar itu disahkan dalam tiga termin yaitu Rp 16,5 miliar pada APBD 2008, Rp 12,5 miliar dari anggaran perubahan 2008 dan terakhir Rp 5 miliar dari anggaran murni APBD 2009.
Di luar bantuan dana hibah dari APBD Kota Bandung tersebut, manajemen klub pun mendapatkan pemasukan sekitar Rp 1,05 miliar dari hasil tender penjualan hak penyelenggaraan 17 pertandingan kandang Persib pada LSI 2008-2009 kepada pihak ketiga.
"Saya tidak tahu total besarnya dana yang dihimpun manajemen klub. Yang pasti, sesuai dengan anggaran yang telah disusun, kami yang sejak awal memang tidak diberi wewenang untuk mencari sponsor sendiri, berharap kebutuhan tim sebesar Rp 30 miliar bisa terpenuhi dengan baik," kata Umuh.
Gencarnya gerakan sejumlah tim sebagai persiapan menghadapi musim depan membuat Asisten Manajer Umuh Muchtar meminta agar Persib tidak tinggal diam. Menurut Umuh, sudah saatnya Persib menyelamatkan asetnya jika musim depan serius mengincar target juara.
"Seharusnya sejak jauh-jauh hari Persib sudah bergerak. Jangan kalah dengan Sriwijaya FC, yang sudah mengumumkan perpanjangan kontrak pelatih dan sejumlah pemain," tutur Umuh di Hotel Savoy Homann, Jln. Asia Afrika, Bandung, Sabtu (13/6).
Kalau diperlukan, Umuh siap memberikan rekomendasi pemain yang akan dipertahankan. "Pada dasarnya semua pemain baik. Mereka semua sudah berjuang untuk Persib, tetapi saya siap memberikan rekomendasi yang terbaik," katanya.
Walaupun awal maupun format kompetisi masih simpang siur, menurut Umuh, akan menjadi terlambat seandainya Persib menunda-nunda rencana perburuan pemain. Hal itu juga harus ditunjang dengan kesiapan PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) yang kelak akan menaunginya.
"PT PBB juga harus mempersiapkan langkah-langkah konkret pengumpulan dana untuk musim depan. Bagaimanapun, mulai musim depan Persib tidak bisa lagi `menyusu` pada APBD dan itu harus dipikirkan dari sekarang," katanya.
Tak bersedia
Walaupun sempat melontarkan kesiapannya kembali mengelola tim Persib musim depan, Umuh menarik ucapannya. Umuh mengaku angkat tangan dan tidak bersedia kembali duduk di jajaran manajemen tim.
"Saya kapok, angkat tangan, percuma. Kalau melihat seperti ini, siapa pun yang punya niatan baik pasti tidak mau. Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada bobotoh yang telah meminta saya untuk kembali mengelola tim musim depan," kata Umuh.
Kendati menegaskan bahwa keputusan sudah final, jika Ketua Badan Pengelola Persib (BPP) sekaligus Wali Kota Bandung Dada Rosada memintanya secara langsung, Umuh mengaku bisa kembali mempertimbangkan keputusannya itu. Namun, dengan syarat, ia diberi kewenangan penuh untuk mengelola keuangan. "Intinya, harus jelas hitam di atas putih dan tidak ada `tangan-tangan kotor` yang mengganggu. Dana jelas, semua jelas, saya siap mengelola tim secara total," katanya.
Kalaupun musim depan tidak lagi memegang jabatan manajerial, ia mengaku selalu siap untuk membantu Persib, termasuk mencari sponsor. Namun, ia mensyaratkan tidak boleh ada "tangan-tangan kotor" yang mengganggu.
Jika mau, menurut Umuh, sudah ada pengusaha yang bersedia menggelontorkan dananya. "Dia berani memberikan sponsor cukup besar, tentu tidak sampai Rp 30 miliar. Saya tidak menyebutkan angka, tetapi cukup besar. Syaratnya, penggunaannya harus jelas," kata Umuh.
Musim ini, secara keseluruhan, Persib senior membutuhkan dana Rp 30 miliar untuk mengarungi LSI dan Copa Indonesia. Namun, menurut Umuh, pihaknya baru menerima dana APBD sebesar Rp 25,6 miliar. Sisanya, ditutupi melalui dana talangan, termasuk dari kantong pribadinya. Itu pun masih kurang Rp 1 miliar untuk membayar gaji terakhir pemain bulan ini. "Kalau ada jaminan penggantian, saya bersedia mencarikan dana talangan untuk membayar gaji terakhir pemain," kata Umuh.
Seperti diberitakan "PR" sebelumnya, uang yang telah dikucurkan bagi Persib dari APBD mencapai Rp 34 miliar, belum termasuk Rp 1,1 miliar dari panitia pelaksana (panpel) dan Rp 100 juta dari Villour.
Keengganan Umuh untuk kembali menduduki jabatan manajerial dilatarbelakangi kekecewaannya selama menjadi asisten manajer. Salah satunya, ia merasa perjuangan dia dan tim selama ini tidak mendapatkan apresiasi positif. Padahal, menurut Umuh, ia dan tim sudah berusaha maksimal melakukan yang terbaik musim ini.
"Usaha saya dan pemain selama ini seakan sia-sia. Sekadar SMS ucapan terima kasih pun tidak kami peroleh," ujar Umuh.
Awal musim ini Persib memulai LSI dengan target juara. "Waktu Persipura sudah jadi juara, runner-up dibilang percuma. Waktu itu pun saya sudah mau pulang, tetapi ada Pak Zaenuri yang membesarkan hati saya. Sekarang kami kembali disebut gagal," ujarnya.
LIGA Super Indonesia (LSI) edisi perdana yang sudah digulirkan sejak 12 Juli 2008 berakhir sudah. Seperti sudah diketahui bersama, Persib Bandung mengakhiri kompetisi di peringkat ketiga di bawah duo Papua, Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena. Sebagai bahan evaluasi, mulai edisi ini, "GM" akan menyajikan beberapa tulisan secara berseri.**
UNTUK mengukur sebuah hasil kerja, patokannya adalah target yang sudah dicanangkan. Dari sisi ini, rasanya tak perlu ada perdebatan jika Persib dinilai gagal, karena target yang dicanangkan sejak awal adalah mahkota juara Liga Super Indonesia (LSI) 2008-2009.
Wajar, kalau kemudian Ketua Badan Pengelola Persib, H. Dada Rosada mengungkapkan ketidakpuasannya. "Target kita itu juara. Karena itu, saya tidak puas dengan hasil Persib yang hanya mampu berada di urutan ketiga," kata Dada.
Dada semakin kecewa karena target alternatif, menjadi runner-up juga lepas dari genggaman. Meski menang 2-1 atas Persija Jakarta pada laga terakhir, Persib tetap gagal mempertahankan posisi kedua, karena kalah selisih gol dengan rival tunggalnya, Persiwa Wamena yang menang 5-0 atas PSMS Medan pada laga pamungkasnya. Wajar pula kalau kemudian Dada meminta pertanggungjawaban atas kegagalan tersebut.
Membaik
Kegagalan juga diakui secara gentleman oleh Manajer Persib, H. Jaja Soetardja. Ia pun siap mempertanggungjawabkan semuanya. Hanya saja, Jaja meminta publik sepak bola Bandung memandang secara objektif kegagalan tersebut.
"Kita memang gagal menjadi juara dan mengamankan posisi runner-up. Tapi lihat juga bahwa tim ini mengalami peningkatan prestasi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Peringkat ketiga, adalah posisi terbaik yang tidak bisa dicapai Persib sejak menjuarai Liga Indonesia (LI) I, 14 tahun lalu," kata Jaja.
"Prestasi ini pun lebih baik ketimbang tim yang saya pegang pada LI X/2004," tambahnya.
Ketika Jaja menjadi manajer menggantikan H.M. Sanusi (alm.) pada LI X/2004, Persib menempati peringkat keenam dalam kompetisi yang juga menggunakan format satu wilayah. Prestasi yang bisa dinilai sepadan adalah ketika tim asuhan Indra M. Thohir menembus babak "8 Besar" pada LI VII/2001.
Sebelumnya, usai juara LI I/1994-1995, Persib sempat menerobos babak "12 Besar" pada LI II/1995-1996 dan LI III/1996-1997, namun gagal masuk ke semifinal. Yang dianggap sepadan dengan prestasi ini adalah saat Persib menduduki peringkat ke-5 Wilayah Barat LI XI/2005 dan LI XIII/2007.
Di luar musim itu, prestasi Persib sangat menyedihkan, karena sempat dibayangi hantu degradasi, yaitu pada LI V/1998-1999, LI VI/1999-2000, LI IX/2003, dan LI XII/2006. Bahkan, pada LI IX/2003 dan LI XII/2006, Persib selamat dari ancaman degradasi hanya karena keputusan kontroversial PSSI ketika secara mendadak mengadakan babak play-off dan meniadakan degradasi lantaran gempa bumi yang mengguncang Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah.
Tetap diapresiasi
Karena itu, Asisten Manajer Persib, H. Umuh Muhtar mengatakan, meski hanya menempati peringkat ketiga, apresiasi mestinya tetap diberikan terhadap perjuangan dan pengorbanan seluruh awak Persib.
Di mata bobotoh, meski juara menjadi harapan besarnya, namun mereka mengaku tidak terlalu kecewa. "Kita merasa terobati karena Persib bisa memenangkan laga bergengsi melawan Persija pada pertandingan terakhir," kata Ayi Beutik, salah seorang pentolan Viking Persib Fans Club.
Bagaimana komentar pelatih Jaya Hartono? "Saya memang gagal mengantarkan tim ini juara dan juga mengamankan posisi runner-up. Tapi, ini tetap hasil akhir yang manis. Saya tetap merasa lega dan puas," katanya.
Hanya berselang sehari setelah H. Jaja Soetardja menyatakan tidak bersedia lagi menjadi Manajer Persib pada musim depan, Asisten Manajer H. Umuh Muhtar juga memutuskan untuk mengambil langkah serupa. Kekecewaan atas kurangnya apresiasi terhadap perjuangan dan pengorbanannya selama ini menjadi alasan utama pengunduran dirinya.
"Sekarang saya benar-benar sudah kapok. Kita juga sudah dinilai gagal. Kita memang gagal menghadirkan gelar juara. Tapi, perjuangan dan pengorbanan kita (seluruh awak Persib, red) sama sekali tidak dihargai. Jangankan telepon, SMS (pesan singkat, red) pun tidak ada. Karena itu, saya memutuskan untuk mengundurkan diri," kata Umuh kepada wartawan di Hotel Savoy Homann, Jln. Asia Afrika Bandung, Sabtu (13/6).
Umuh mengatakan, keinginan untuk mengundurkan diri itu sebenarnya sudah beberapa kali muncul ketika kompetisi masih berjalan. Hanya saja, katanya, hal itu selalu urung dilakukan karena selalu mendapat masukan dan support dari salah seorang penasihat Persib, H. Zainuri Hasyim dan banyak bobotoh.
"Karena itu, pada kesempatan ini, saya menyampaikan permintaan maaf saya kepada bobotoh yang banyak mendukung saya. Karena, sekarang saya sudah angkat tangan. Keputusan untuk mundur ini sudah final," kata Umuh.
Sebelumnya, pada saat berada di Malang, kepada "GM", Umuh sempat menyatakan siap memangku kembali jabatannya jika dipercaya lagi. Bahkan, ketika itu Umuh sempat mengungkapkan sudah mengantongi pengusaha yang siap mensponsori Persib dengan kucuran dana yang lumayan besar.
Hal itu dibenarkan Umuh. "Memang betul, saya sudah mendapat sinyal dari salah seorang pengusaha yang siap mensponsori Persib dengan janji kucuran dana yang lumayan besar. Tapi tidak tahu bagaimana, kenapa yang sampai ke Pak Wali (H. Dada Rosada, red), saya siap mendapatkan pengusaha yang sanggup membiayai Persib selama satu musim. Mana ada pengusaha yang mau mengeluarkan dana sebesar Rp 30 miliar?" ujar Umuh.
Meski sudah menyatakan tidak bersedia ditunjuk lagi, Umuh memastikan ia akan tetap berusaha membantu Persib. "Kalau Pak Wali tetap meminta saya untuk membantu Persib, saya akan berusaha membantu Persib," katanya.
Umuh mengatakan, ia juga tidak akan begitu saja melepas tanggung jawabnya terhadap nasib tim Persib sekarang. "Hari Senin (besok, red), kita rencananya mengumpulkan kembali seluruh anggota tim di Bandung. Kita masih punya kewajiban membayarkan gaji terakhir mereka. Kita juga siap memberikan rekomendasi untuk pembentukan tim musim depan," ujarnya.
Hanya berselang sehari setelah H. Jaja Soetardja menyatakan tidak bersedia lagi menjadi Manajer Persib pada musim depan, Asisten Manajer H. Umuh Muhtar juga memutuskan untuk mengambil langkah serupa. Kekecewaan atas kurangnya apresiasi terhadap perjuangan dan pengorbanannya selama ini menjadi alasan utama pengunduran dirinya.
"Sekarang saya benar-benar sudah kapok. Kita juga sudah dinilai gagal. Kita memang gagal menghadirkan gelar juara. Tapi, perjuangan dan pengorbanan kita (seluruh awak Persib, red) sama sekali tidak dihargai. Jangankan telepon, SMS (pesan singkat, red) pun tidak ada. Karena itu, saya memutuskan untuk mengundurkan diri," kata Umuh kepada wartawan di Hotel Savoy Homann, Jln. Asia Afrika Bandung, Sabtu (13/6).
Umuh mengatakan, keinginan untuk mengundurkan diri itu sebenarnya sudah beberapa kali muncul ketika kompetisi masih berjalan. Hanya saja, katanya, hal itu selalu urung dilakukan karena selalu mendapat masukan dan support dari salah seorang penasihat Persib, H. Zainuri Hasyim dan banyak bobotoh.
"Karena itu, pada kesempatan ini, saya menyampaikan permintaan maaf saya kepada bobotoh yang banyak mendukung saya. Karena, sekarang saya sudah angkat tangan. Keputusan untuk mundur ini sudah final," kata Umuh.
Sebelumnya, pada saat berada di Malang, kepada "GM", Umuh sempat menyatakan siap memangku kembali jabatannya jika dipercaya lagi. Bahkan, ketika itu Umuh sempat mengungkapkan sudah mengantongi pengusaha yang siap mensponsori Persib dengan kucuran dana yang lumayan besar.
Hal itu dibenarkan Umuh. "Memang betul, saya sudah mendapat sinyal dari salah seorang pengusaha yang siap mensponsori Persib dengan janji kucuran dana yang lumayan besar. Tapi tidak tahu bagaimana, kenapa yang sampai ke Pak Wali (H. Dada Rosada, red), saya siap mendapatkan pengusaha yang sanggup membiayai Persib selama satu musim. Mana ada pengusaha yang mau mengeluarkan dana sebesar Rp 30 miliar?" ujar Umuh.
Meski sudah menyatakan tidak bersedia ditunjuk lagi, Umuh memastikan ia akan tetap berusaha membantu Persib. "Kalau Pak Wali tetap meminta saya untuk membantu Persib, saya akan berusaha membantu Persib," katanya.
Umuh mengatakan, ia juga tidak akan begitu saja melepas tanggung jawabnya terhadap nasib tim Persib sekarang. "Hari Senin (besok, red), kita rencananya mengumpulkan kembali seluruh anggota tim di Bandung. Kita masih punya kewajiban membayarkan gaji terakhir mereka. Kita juga siap memberikan rekomendasi untuk pembentukan tim musim depan," ujarnya.
-Duka masih menyelimuti keluarga besar Persib Bandung hari ini. Anak pertama Nyeck Nyobe meninggal dunia sesaat setelah dilahirkan, pukul 22.00 malam tadi.
Nyeck serndiri hanya bisa terdiam di ruang ganti di saat hampir semua warga Jabar bergembira menyusul gol spektakuler yang diciptakan Nyeck saat Persib menyikat PSMS Medan 2-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang.
"Kami, keluarga besar Persib menyatakan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya putra pertama Nyeck. Karena itu, hari ini saya tak mengajaknya ke Kediri. Biarlah dia berkonsentrasi dulu untuk urusan keluarganya," kata Jaya.
Duka masih menyelimuti keluarga besar Persib Bandung hari ini. Anak pertama Nyeck Nyobe meninggal dunia sesaat setelah dilahirkan, pukul 22.00 malam tadi.
Nyeck serndiri hanya bisa terdiam di ruang ganti di saat hampir semua warga Jabar bergembira menyusul gol spektakuler yang diciptakan Nyeck saat Persib menyikat PSMS Medan 2-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang.
"Kami, keluarga besar Persib menyatakan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya putra pertama Nyeck. Karena itu, hari ini saya tak mengajaknya ke Kediri. Biarlah dia berkonsentrasi dulu untuk urusan keluarganya," kata Jaya.